Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi Pribadi Reporter Beranda Pers
Beranda Pers - Pemilihan Umum Raya (Pemira) calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2025 – 2026 telah diselenggrakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) pada Senin, 10 Februari 2025 secara daring melalui Google Form sejak pukul 09.00 – 16.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Pemilihan pada kali ini dilakukan secara daring karena perkulihan sedang diliburkan yang membuat jumlah masyarakat yang datang ke kampus sedikit sehingga KPU memutuskan untuk melakukan pemilihan secara online.
Pada tahun ini, hanya terdapat satu pasangan calon (paslon), yaitu pasangan Putra Yassa Galuh, mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, dan Ghozwul Fikri Rahardjo dari Prodi Sastra Inggris, sehingga saat pemilihan mereka melawan kotak kosong. Menurut ketua KPU, Muhammad Rizky Yudiansyah, sebelumnya terdapat tiga paslon, namun dua di antaranya mengundurkan diri. “Sebelumnya itu ada 3 paslon, namun sangat disayangkan mengundurkan diri menjadi calon pimpinan,” ujar Rizky. Sebelum melakukan pemilihan, para paslon mengikuti rangkaian seleksi seperti fit and propertest dengan demisioner dua tahun di atas mereka, yaitu Priya Lingga Rucita (periode 2023-2024) dan Alirasya Nurputra Nugraha (periode 2024-2025), serta mimbar bebas yang dilakasanakan pada jumat, 7 Februari 2025 secara luring, diikuti dengan proses pemilihan dan pengumuman hasil.
Pada hari yang sama, tepatnya Senin, 10 Februari 2025 pukul 16.00 WIB, proses penghitungan suara dilakukan secara luring di pelataran FISIB dengan dihadiri oleh Paslon 01, KPU, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Pihak Struktural, Demisioner, serta mahasiswa Ilmu Komunikasi. Agenda tersebut berjalan sebagaimana mestinya, seperti yang dinyatakan oleh Rizky. “Alhamdulillah kegiatannya berjalan dengan lancar sampai selesai walaupun untuk audiens itu hanya 20 – 30 orang, karena faktor utamanya libur perkuliahan dan agendanya pun hanya pemilihan dan perhitungan suara saja. Namun, kita tetap ada livestream di Instagram KPU agar masyarakat yang tidak dapat hadir bisa ikut melihat juga,” ujar Rizky.
Putra, sebagai paslon 01, juga menyatakan bahwa penghitungan suara berjalan sebagaimana mestinya, meskipun dilakukan secara daring. “Kalau misalnya dibilang efektif si pasti efektif, tapi kalau misalnya untuk memenuhi hasrat demokrasi pastinya kan harus coblos secara langsung gitu kan. Cuman, memang karena hari ini libur jadi mungkin KPU mengadakan pencoblosan ini secara daring gitu dan itu efektif ditambah perlu ornamen-ornamen yang membantu promosi pemilihan ini, misalnya Koordinator Tingkat (Komti), BEM, Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), dan semua unsur FISIB,” ungkap Putra.
Dari hasil pemungutan suara yang telah dilaksanakan, tercatat sebanyak 156 suara dengan rincian sebagai berikut: Paslon 01 memperoleh 146 suara dengan persentase 93,6% Paslon 02 memperoleh 10 suara dengan persentase 6,4%
Dengan hasil tersebut, Paslon 01 berhasil meraih 146 suara, sehingga melalui hal ini dapat dinyatakan bahwa Paslon 01 sebagai pemenang dalam Pemira Ketua dan Wakil Ketua BEM Periode 2025-2026.
Tentunya ada pencapaian yang akan dilakukan Putra untuk ke depannya sebagai ketua BEM FISIB periode 2025 – 2026. “Tentunya kalau untuk gebrakan nantinya kita rundingin dulu dengan kabinet yang baru, tapi untuk apa yang dilakukan ke depannya, kami ingin sekali permasalahan-permasalahan di FISIB itu benar-benar terselesaikan dengan baik gitu terus juga ada finalnya, ada pemahaman yang diberi mahasiswa bukan hanya bola liar aja gitu. Intinya kami sangat hadir untuk mahasiswa dan ingin memperbaiki hal-hal yang menyangkut dengan persoalan yang muncul seperti kontra dengan mahasiswa,” ungkapnya.
Selain itu, Putra juga menjelaskan cara ia menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang akan tiba di FISIB. “Pasti kita dibantu oleh himpunan-himpunan untuk menghimpun secara advokasi dan aspirasi karesahan fasilitas, publikusi, keresahan publik, kebijakan public, atau kebijakan sosial. Tentunya kami akan himpun dulu dan yang pasti kami akan menindak lanjuti persoalan-persoalan yang muncul di FISIB, itu ensensi eksekutor si sebenernya,” tambahnya.
Menurut pendapat Zule sebagai salah satu mahasiswa FISIB, sedikitnya informasi yang dipromosikan oleh KPU sehingga beberapa mahasiswa lain tidak mengetahui hal tersebut. “Harusnya lebih banyak informasi atau lebih diperjelas informasinya, karena beberapa orang yang dateng itu bener-bener orang-orang internal aja, termasuk anak-anak organisasi ya. Jadi, menurut saya itu kurang antusias juga dari masyarakatnya karena ini pun kotak kosong. Jadi, bisa dipastikan 80% kemenangan itu milik paslon nomor 1 di bandingkan nomor 2, kotak kosong. Untuk acaranya si ini lebih seremonial aja si ini,” jelas Zule
Peliput/Penulis: Siska Julianti, Dicky Ilham Nuddin Editor: Rahma Trianasari
|
0 Komentar