Beranda Pers - Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himni) bersama mahasiswa pelataran Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) menyelenggarakan acara Kolaborasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Komik) yang diberi nama "Logigs", akronim dari Lorongan Gigs. Nama ini dipilih karena dekorasi acara yang menyerupai lorong. Acara tersebut dilaksanakan pada 5 Juli 2024, di pelataran FISIB, Universitas Pakuan (Unpak).
Tema acara ini adalah punk, yang menggambarkan kebebasan. Acara ini diisi oleh band-band seperti Skibz, Kebakaran, Avvake, The Empiris, dan Dead Nun. Dead Nun sendiri adalah band yang berasal dari Bandung dan berada di luar kampus Universitas Pakuan. Acara ini terjadwalkan dimulai pada 16.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), tetapi karena ada beberapa kendala, seperti senar bass yang putus, acara sedikit tertunda dan baru dimulai pada 16.30 WIB. Mengingat masalah perizinan yang melarang acara berlangsung hingga larut malam, acara ini diperkirakan hanya berlangsung hingga pukul 19.30 WIB.
Logigs adalah salah satu program kerja (proker) dari Himni yang bertujuan menyambut liburan tiga bulan. Acara ini diadakan untuk memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang telah sibuk dengan tugas dan Ujian Akhir Semester (UAS) untuk melepaskan penat. Melalui Logigs, diharapkan mahasiswa dapat menyegarkan pikiran dan bersiap memulai liburan dengan semangat baru. Acara ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga upaya Himni untuk mempererat kebersamaan dan solidaritas antar mahasiswa. Logigs menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk bersantai, bersosialisasi, dan menikmati berbagai penampilan musik sebelum memulai liburan panjang mereka.
Acara ini juga mengangkat isu-isu terkini terkait kepolisian. Ketua Pelaksana Logigs, Dika Rangga Saputra mengatakan, "Di acara ini, kita mengangkat isu-isu yang sedang hangat, seperti silop atau pokis. Kenapa? Karena banyak polisi yang menyalahgunakan wewenangnya, padahal seharusnya mereka mengayomi. Apalagi sekarang ada isu terbaru tentang Afif. Ada juga isu lain, seperti di sebuah konser, di mana seorang penonton yang terlibat kerusuhan diamankan. Seharusnya, yang mengamankan adalah pihak panitia, tetapi ini malah pihak kepolisian dan pengamanan itu bukan sekadar pengamanan biasa, ada video yang menunjukkan adanya tendangan dan pukulan kekerasan.”
Diangkatnya isu ini dalam acara Logigs bertujuan untuk mengingatkan mahasiswa Unpak tentang perilaku polisi yang sedang ramai diperbincangkan. Menurutnya, perilaku polisi tersebut sangat tidak layak untuk dicontoh dan harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak, terutama mahasiswa yang merupakan agen perubahan.
Seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi, yang menyebutkan namanya Putaran Balik, menyampaikan pendapatnya terkait acara ini."Pertama mungkin karena adanya isu-isu yang kemarin. Berbarengan dengan isu Afif Maulana, bocah yang disiksa sama polisi jadi makanya sekalian juga angkat isu itu sih,” ungkapnya.
Acara ini hadir untuk memfasilitasi dan mengembangkan band-band di Universitas Pakuan, agar mereka dapat berkembang dan mencapai potensi penuhnya, seperti yang disampaikan oleh Fadzril Yogya, personel Band The Empiris. “Acara musiknya bagus, kan di Unpak ini banyak band, yang suka musik. Jadi acara ini bisa mengembangkan dan mewadahi band-band kampus biar punya wadah untuk berkembang,” ucapnya.
Rizki Andi Winata, seorang mahasiswa semester empat yang merupakan penonton acara Logigs, berpendapat bahwa acara ini benar-benar spektakuler. Ia menyatakan bahwa semua penonton sangat menikmati penampilan dari semua band yang tampil di acara Logigs. Menurutnya atmosfer pada acara sangat meriah dan penuh semangat, dengan setiap penonton terlibat aktif dalam menikmati musik yang disuguhkan.
Siti Saroh
Muhammad Adzani Arieful Fattah
0 Komentar